Perang Peradaban tak Berhenti. Jalan syariah
Perang peradaban tak pernah berhenti. Tapi Samuel Huntington tak pas dalam memaknai. Santo Agustinus, abad 12, membagi dua wilayah peradaban: ‘Civitas Dei’ dan ‘Civitas terrena’. Civitas Dei berarti peradaban berbasis Illahi. Civitas terrena, dari bahasa Latin, yang artinya setan. Ini dua basis peradaban, yang tak pernah keliru. Jauh sebelumnya, Aristoteles juga memberi catatan. Tentang dua model hukum kehidupan: Lex Divina dan Lex Positif. Hukum berbasis Tuhan dan hukum ala rasio manusia. Dua basis ini yang kerap berbenturan di setiap jaman. Masa rennaisance sampai abad pertengahan, hanya melahirkan ‘positivisme.’ Melahirkan kembali civitas terrena. Memunculkan lagi lex positif, dari positivisme. Ini beranjak dari cara berpikir rasio manusia. Mengeliminasi kebenaran Wahyu. Mulai dari penjiplakan kaum skolastik awal dari model filsafat Ibnu Rusyd, Al Farabi, dan kaum muslimin yang mengembangkan mu’tazilah. Mereka ber-Islam dengan mengenakan pondasi rasio. tapi tak melebar sampai mendef...